BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH
Kabupaten Tana Tidung
Jumat, 28 Juni 2013 - 13:16:09 WIB
Pengusaha Minta Pemkab Awasi Distribusi BBM
Diposting oleh :
Kategori: KTT - Dibaca: 2104 kali

TANA TIDUNG - Salah satu dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi adalah jasa angkutan laut yang melayani transportasi reguler dalam provinsi yang juga naik. Seperti yang diungkapkan oleh pengusahaspeedboat line Kabupaten Tana Tidung menuju Kota Tarakan, Abbas Dullah bahwa, sejak kenaikan BBM pihaknya turut menaikan harga tiket dari yang semula hanya Rp 155 ribu menjadi Rp 195 ribu atau naik sebesar Rp 40 ribu.

Kenaikan harga tiket tersebut menurutnya mengikuti tarif yang berlaku di Kota Tarakan. “Kami mengikuti tarif Tarakan. Sebab, hingga kini informasi resmi kenaikan tarif dari Asosiasi Speedboat belum kami peroleh. Jika masih menggunakan harga lama, pasti usaha speedboat mengalami kerugian disebabkan naiknya BBM tersebut,” ujar Abbas saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (25/6).

Namun arus pelayanan dari KTT menuju Tarakan atau sebaliknya secara umum berlangsung normal. Walau ada 1 speedboat yang gagal berangkat dikarenakan kurang penumpang. “Ya, secara umum penumpang berkurang hingga 30 persen per harinya dampak kenaikan BBM ini,” tuturnya sembari menyebutkan bahwa, speedboat jurusan KTT-Tarakan di pelabuhan Sesayap berjumlah 6 unit speedboat dengan kapasitas penumpang 28 hingga 42 penumpang yang aktif mulai pukul 09.00 hingga 15.00 Wita.

 

Abbas juga menyesalkan stok BBM untuk speedboat yang bahkan sejak adanya APMS Kecamatan Sesayap tidak pernah disediakan atau dijatahkan buat perusahaan speedboat. “Kami hanya meminta pemerintah atau pihak terkait mengawasi, meneliti dalam penjatahan BBM agar penyaluran tepat sasaran. Antisipasi jika BBM tersebut tiba, ya kami juga mendapatkan stok buat speedboat. Karena kami tahu juga itu BBM bersubsidi banyak masyarakat lain membutuhkan. Ya, minimal ada juga buat kami,” kata Abbas.

Selama ini, speedboat Tana Tidung melakukan pengisian BBM di APMS terapung Kota Tarakan. Dalam setiap pengisian pada 2 mesin berukuran 200 PK untuk pulang-pergi membutuhkan bensin berkisar 450 liter.

Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Tana Tidung, Muhidin baru-baru ini menjelaskan, pihaknya kini merencanakan untuk membuatkan kartu pengendali BBM bagi pemilik speedboat tersebut dan mengkoordinasikan hal ini dengan Dinas Perhubungan agar segera mendapat penanganannya.

“Karena mobilitas speedboat atau kendaraan laut yang lebih mengerti keluar masuknya adalah Dinas Perhubungan tersebut,”ujarnya.

Muhiddin menilai, dengan banyaknya mobilitas kendaraan yang ada sehingga pihaknya tidak bisa membedakan mana yang berasal dari Tana Tidung dengan daerah lain. “Dengan kartu pengendali ini pemilik transportasi laut ini dapat ter-cover kebutuhannya,” tukasnya




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)