BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH
Kabupaten Tana Tidung
Senin, 02 Desember 2013 - 12:03:59 WIB
Perlu Modal Sosial Kelola Lingkungan
Diposting oleh :
Kategori: KTT - Dibaca: 1711 kali

Perlu Modal Sosial Kelola Lingkungan
Paparan Sosialisasi Yang Digelar Bappeda dan LH


TANA TIDUNG – Salah  satu tim dari Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada DR Suharko memberi materi mengenai aspek modal sosial terhadap pengelolaan lingkungan hidup kepada peserta yang diikuti sebanyak 100 orang tepatnya dari perwakilan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) se- Kabupaten Tana Tidung di Gedung Baya Bepokot, kemarin (27/11).

Menurut pria merampungkan doktoralnya di Nagoya University Japan ini, modal sosial yang dimaksud yakni terjadinya kesalingpercayaan antara masyarakat dan pemerintah lalu melakukan sinergitas antara organisasi termasuk membangun jaringan dengan perusahaan (organisasi bisnis,Red).

Lanjutnya, ada 3 model yang ditawarkan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam. Pertama, berbasis masyarakat. Kedua korporasi  dan terakhir adalah pemerintah atau negara.

“Kelembagaan lokal yang tumbuh berbasis local wisdom seperti sistem Subak di Bali, aturan Sashi di berbagai daerah Timur Indonesia terus diadakan dan dikembangkan. Pengelolaan SDA seperti bank sampah, berbasis komunitas yang juga terus berkembang di berbagai daerah di dunia maupun keterlibatan pejuang lingkungan, LSM dan kelompok pecinta lingkungan lainnya,” bebernya, kemarin.

Sementara, untuk model pengelolaan berbasis pemerintah, lanjut pria yang juga peneliti Sosiologi UGM ini seperti dengan stated-bases management melalui Perum Perhutani pada masa Orde Baru, privatisasi pengelolaan SDA. “Terdapat tendensi bahwa pemerintah mulai meninggalkan stated-bases management dan bergeser ke pola community-based management,” paparnya sembari menjelaskan, pengeloaan lingkungan hidup dan SDA berbasis perusahaan terjadi pada model kompensasi, relasi maupun CSR.

Adapun pendekatan pengelolaan lingkungan hidup berbasis modal sosial berdasarkan peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 08 tahun 2006, yakni melalui teknologi menyangkut cara mengelola dampak penting lingkungan hidup.

Pendekatan lainnya adalah sosial ekonomi yang merupakan langkah-langkah yang ditempuh pemrakarsa dalam upaya menginteraksikan bantuan pemerintah dengan sosial.

“Terakhir adalah pendekatan institusi yang menjadi mekanisme kelembagaan yang ditempuh pemrakarsa dalam menanggulangi dampak penting lingkungan hidup,” ulasnya seraya menambahkan bahwa, konsep lingkungan hidup berkaitan dengan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup termasuk manusia dan prilakunya yang memengaruhi alam itu sendiri. (asm/har




    0 Komentar :


    Isi Komentar :
    Nama
    Website
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)